Sunday, 27 March 2016

Penyebab Telkom Speedy Lemot 2016



Jakarta – Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu membeberkan dugaan kecurangan PT Telkom dalam meraup keuntungan yang merugikan pelanggan Internet Speedy.
Arief Poyuono, Ketua Umum FSP BUMN Bersatu dalam keterangannya kepada deliknews.com, menyampaikan adanya kerugian pelanggan Internet Speedy akibat disedot oleh PT Telkom.
Modus operandi nya, Kata Arief, Pelanggan membeli paket kuota internet untuk dengan kecepatan 384 KBps dengan tagihan speddy Telkom sebesar 250.000 Rupiah. Tetapi karena jaringan sengaja dibuat down atau petugas teknis yang lamban dalam melakukan perbaikan jika sudah dilaporkan ke layanan speddy 147 artinya jumlah pemakaian oleh konsumen Speddy akan berkurang dan pembayaran tetap setiap bulannya tanpa ada pengurangan akibat layanan Telkom yang tidak professional.
Arief menjelaskan, saat ini saja terhitung Per 30 Juni 2014, Telkom memiliki 3,21 juta pelanggan fixed broadband (Speedy),jika setiap bulan pelanggan speedy dengan mengambil paket berbayar sebulan Rp280.000 plus PPN 10 persen dan pelanggan speedy tidak bisa mengunakan layanan speedy selama 1 minggu saja artinya pelanggan speddy dirugikan Rp 70.000 karena menunggu perbaikan jaringan yang rusak dan total pendapatan Telkom dari layanan yang speedy yang buruk yang diambil dari pelanggan speedy sebesar 21,14 milyar/ bulan. Ungkapnya.
Terkait laporan yang diterima Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu ini, pihak mendesak kepada Presiden Jokowi untuk mencopot seluruh Direksi dan Komisaris Telkom yang telah melakukan pembiaran atas kerugian masyarakat penguna jasa Speedy Telkom.
“Ya. Pantas saja Telkom Selalu keuntungannya meroket karena ternyata hasil keuntungannya didapat dari kerugian para Konsumen penguna jasa Speddy Telkom,ini menunjukan bahwa manajemen Telkom tidak peduli program Trisakti Dan Nawacita dalam hal pelayanan pada masyarakat terkait akses untuk berkomunikasi” Katanya


(gnr)

Thursday, 3 March 2016

Hati-Hati ! Hewan Transparan dalam Air ini bisa Memakan Organ Tubuh. YLKI : Jangan Minum Air Kemasan Dengan Merek Berikut

Info Kesehatan | Air minum merupakan salah satu kebutuhan paling penting bagi kehidupan semua makhluk, termasuk manusia. Bahkan ilmu pengetahuan mengatakan 90% tubuh manusia terdiri dari Air.
Sehingga tidak mengherankan, jika kekurangan mengkonsumsi air dapat menimbulkan berbagai penyakit mengerikan di usia tua (Baca juga:
Selain jumlah air minum yang direkomendasikan setiap hari (6-8 gelas per hari), kebersihan dan hegienitas air juga sangat penting diperhatikan. Kabar menghebohkan baru saja menjadi trending topik dikalangan para media sosial. Seorang dengan akunGens Sharon baru saja memposting hewan transparan seperti cacing yang tidak sengaja ia temukan di air minumnya. Postingannya tersebut telah dibagikan sebanyak 759.303 kali.













Dalam ilmu kesehatan, hewan ini ternyata bernama Transparent Eel Larva (Leptocephalus). Hewan ini sering ada di air putih, dan karena bentuknya yang transparan maka sangat sulit untuk menyadari keberadaannya. Bahayanya, makhluk ini bisa berdampak serius pada keamanan dan kesehatan organ tubuh, terutama jantung 
(Sumber : )
Oleh karena itu, demi menjaga kesehatan dan menghindari dampak buruk masuknya hewan ini ke dalam tubuh, maka sebaiknya kita minum air yang sudah dimasak atau air kemasan yang sudah memiliki izin resmi BPOM.
Beberapa waktu lalu, telah ditemukan 11 merek air minum kemasan yang ternyata sangat membahayakan karena kandungan bakteri yang dikandungnya melebihi jumlah yang bisa ditolerir kekebalan tubuh. Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) telah merilis data hasil penelitian mereka dan menemukan 11 merek air minum kemasan yang bermasalah dan tidak aman dikonsumsi (Sumber: ) (27/10/2010)
Baca juga:
  • Dari 11 merek air kemasan tersebut ditemukan total bakteri mencapai 10.000 sampai 100.000 koloni/mL. Dari 11 merek tersebut, 9 merek dinyatakan mendekati batas ambang, yaitu:
  • Prestige (PT. Tanahmas tirta lestari, Jabar)
  • Top Qua (PT. Sumber Warih Sejahtera, Depok)
  • Airmax (PT. Jitu, Tanggerang)
  • Caspian (PT. Cisalada Jaya Tirtamarta Indonesia, Sukabumi)
  • Club (PT. Tirta Tama Bahagia, Bogor)
  • Pasti Air (PT. Tang Mas Indonesia untuk PT Sumber Alfaria Tridjaya)
  • Vit (PT Sumber Sukses Sentosa, Bogor)
  • Prim-A (PT Sinar Sosro Indonesia)
  • De As ( PT Ravindo Rezeki, Bogor)
Catatan : Air minum yang diteliti YLKI adalah Air minum kemasan dalam gelas.
Sedangkan dua merek lainnya yang ditemukan mengandung bakteri melebihi batas ambang adalah merek Sega (PT Indoterta jaya abadi) dan AMDK bermerek ron 88 (PT)

Wednesday, 2 March 2016

INFO BNPB: Mentawai dan Pulau Panaitan Potensi Gempa Besar 9 SR 2016

Peneliti dari Institut de Phsyique du Globe Paris Dr Helene Carton (depan) didampingi pakar Geofisika Kelautan Nanyang Technological University (NTU) Singapura Prof Satish Singh memaparkan hasil penelitian
JakartaCNN Indonesia -- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperkirakan masih ada dua wilayah di Indonesia yang menyimpan potensi gempa tsunami dengan energi besar hingga mencapai 9 Skala Richter (SR). Kedua wilayah tersebut adalah Mentawai di bagian barat pulau Sumatera dan Pulau Panaitan di utara Ujung Kulon, Jawa Barat.

"Masih terkunci energinya di Mentawai. Dari hasil riset, masih ada energi yang tersandera maksimum 9 SR," ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho di BNPB, kemarin. (Lihat Juga: Gempa Beruntun di Jawa, BMKG Minta Warga Tak Panik)

Jika energi ini lepas, BNPB memperkirakan gempa tersebut akan langsung disusul dengan tsunami. Waktu antara gempa dan tsunami adalah lima menit. Tsunami tersebut akan mencapai pantai bagian barat Mentawai, menurut analisa BNPB, dalam rentang waktu 25 hingga 35 menit.

Artinya, waktu yang dibutuhkan untuk warga menyelamatkan diri hanya sekitar 30 menit. Sutopo mengatakan upaya penyelamatan akan sulit dilakukan mengingat perangkat peringatan dini tsunami sudah banyak yang tidak berfungsi. (Lihat Juga: BNPB: Penataan Kota belum Berbasis Peta Rawan Bencana)

"Sirine tsunami perlunya seribu unit yang ada baru 46 unit. Penangkap sinyal tsunami yang mengambang di laut, dari 25 yang sudah dipasang sisa tiga. Yang lainnya rusak, vandalisme, dan tidak ada biaya operasionalnya," ujar Sutopo.

Selain Mentawai, energi besar potensi gempa 8 hingga 8,2 SR yang disertai tsunami juga tersimpan di Pulau Panaitan, Selat Sunda.

Untuk wilayah pulau Jawa, Sutopo mengatakan energi yang sudah lepas baru di selatan Pangandaran dan selatan Banyuwangi. Sementara itu untuk pulau Sumatera, Aceh telah melepas energinya sebesar 9,3 SR dan Nias sebesar 8,5 SR. Selain keduanya, Lampung dan Bengkulu juga sudah melepas energinya.

Meski demikian, lepasnya energi di wilayah-wilayah tersebut, tidak berarti gempa besar tidak akan terjadi lagi.

"Pelepasan energi tersebut merupakan sebuah pertanda terjadinya siklus dalam jangka waktu tertentu untuk sebuah lempeng maupun patahan mengalami puncak aktivitasnya," kata Sutopo.

Ancaman Gempa di Timur

Sutopo juga menjelaskan kini Ambon juga tengah memasuki siklus 200 tahunan gempanya. Namun, kurangnya penelitian di daerah timur sulit untuk melakukan mitigasi bencana.

Sebelumnya, wilayah Papua juga baru saja dilanda gempa sebesar 7,2 SR. Pusat gempa, ujar Sutopo, berada di lokasi 75 kilometer tenggara Mamberamo Raya, 81 km timur laut Tolikara, 99 km barat laut Mamberamo Tengah. Sementara pusat gempa di darat berada pada kedalaman 49 km.

"Gempa tidak berpotensi tsunami," tegas Sutopo, Selasa (28/7).

Wilayah utara daratan Provinsi Papua seperti Kabupaten Yapen, Waropen, Jayapura, dan Mamberamo memang dinilai rawan gempa.

BNPB kemudian mengimbau Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi serta lembaga riset nasional mengalokasikan anggaran untuk riset bencana di wilayah timur.

 

© 2009-2016 Info Sararea . All rights resevered. Designed by Info Sararea

Back To Top